Tidak perduli seterbuka apa orangnya, yang namanya rahasia akan tetap menjadi rahasia.
Ia disimpan, bukan untuk dibagikan.
Namanya juga rahasia.
Tak jarang ia hanya ramai dirundung kabar burung.
Namun, senyatanya ia tetap diam di tempat semestinya, tersembunyi.
Seringkali ia dikelilingi bisik.
Tapi, ya, namanya juga rahasia.
Makin dicari, makin keras dia coba bersembunyi.
Dibiarkannya asumsi yang tak pernah usai, padahal tak perlu juga sibuk berpikir dan berprasangka.
Sayangnya, soal rahasia ini, tak sedikit yang belum sadar bahwa akan selalu ada yang hanya perlu disimpan.
Tak perlu dicari tahu, apalagi diberitahukan.
Iya, namanya juga rahasia.
Biarkan ia muncul sekadar mengawang, jangan harap ia hadir dengan gamblang.
Ada yang pernah mengingatkanku, bahwa yang terpenting dalam menemukanmu adalah memastikan bahwa kamu dapat menjamin langkahku ringan tanpa terjal. Tak sedikit pula yang bilang, kamu haruslah orang yang lebih kuat dariku. Suatu kali aku berpikir. Kenapa orang-orang sibuk memilih dengan patokan patokan yang seolah disebut terbaik? Padahal, bila hari ini kubilang kamu yang terbaik, esok hari aku akan temukan yang lebih baik darimu. Itu pasti, dan akan terus begitu. Aku kemudian berpikir lagi. Bukannya kita sedang berupaya menemukan teman perjalanan? Artinya, aku juga akan ikut berjalan... Bukan hanya akan kau seret sedangkan aku terlalu malas karena hanya mau kau upayakan. Bagiku, kamu tak perlu susah payah berlagak sok kuat dariku, bahkan tak perlu sibuk berupaya sendirian tuk mengajakku maju ke depan. Kita, nantinya, dipersatukan bukan untuk selalu berharap diberikan petunjuk agar tak tersesat. Bukan itu. Kita, justru akan bersatu karena mau men...
Komentar
Posting Komentar