Langsung ke konten utama

Mencari Passion, Menemukan Kebahagiaan. #1





            Saat ini, banyak sekali anak muda yang galau bukan karena masalah percintaan, tetapi karena passion (padahal passion juga berhubungan dengan hal yang kita cintai. eaaa.). Tak sedikit yang bertanya pada saya tentang hal itu. Mulai dari definisinya hingga bagaimana menemukannya. Sejujurnya, tiap orang akan berbeda-beda dalam memaknai passion. Bagi saya, passion adalah langkah penuh kebahagiaan dan perkembangan. Bukan passion namanya kalau kita hanya berhenti di tempat dan sibuk di satu titik saja.
            Beberapa waktu yang lalu saya bertemu dengan Mas Rene Suhardono, Coach yang energik dan kece itu (biar dia seneng aja, nih :p). Pembahasan yang tak pernah terlewatkan jika bertemu Mas Rene adalah tentang passion. Mulai dari tujuan hidup hingga bagaimana kita mau menjalaninya. Kenapa tujuan sangat penting? Karena passion harus sejalan dengan tujuan hidup kita. Kalau ada pertanyaan, “Apa passionmu?” lalu kita menjawab, “Membagikan manfaat pada banyak orang,” maka sebetulnya itu adalah tujuan hidup kita. Passion harus lebih spesifik karena berkaitan dengan yang kita lakukan.
            Tiga pertanyaan yang menjadi kunci adalah; Apa yang memberimu kekuatan dalam melangkah? Mengapa hal itu menjadi kekuatan? Menurutmu, apa yang dimaksud passion?. Tiga pertanyaan itu akan sangat membingungkan jika kita hanya menjawabnya dengan otak. Kali ini hati harus punya peran penting karena berkaitan dengan yang kita rasakan. Saat ditanya seperti itu, jawaban saya: yang memberi kekuatan dalam melangkah adalah mimpi yang dibuat dan tekad. Keduanya menjadi kekuatan karena dapat menjadi bukti tanggung jawab kita pada hal yang kita pilih (mimpi). Tentang passion, bagi saya, passion adalah segala yang membuat bahagia dan membuat kita rela melakukannya.
            Tiga pertanyaan itu dilanjutkan dengan pertanyaan, “Kamu merasa berdaya saat….?”. Jawaban dari pertanyaan ini akan sangat berkaitan dengan bagaimana kita memaknai passion. Kata “saat” pada pertanyaan menunjukkan bahwa jawaban kita harusnya berupa hal yang sudah pernah kita lakukan. Beda dengan pertanyaan yang menggunakan kata “kalau”. Pertanyaan ini akan mengacu ke pengandaian dan cenderung belum dilakukan, misalnya, “Kalau aku menulis, aku akan……”. Saat Mas Rene menanyakan hal ini, beberapa teman masih menjawabnya dengan jawaban general, belum spesifik. Misalkan jawaban, “Membagikan manfaat pada banyak orang,”, jawaban ini belum spesifik. Tak semua hal yang bertujuan membagikan manfaat dapat kita jalani dengan bahagia, seperti makna passion.
            Jawaban dari pertanyaan terakhir ini harus berupa hal-hal yang kita sukai dan membuat kita bahagia, dan harus spesifik kepada siapa kita melakukan hal tersebut, beserta alasannya. Misalnya, “Saya merasa berdaya saat berbicara tentang mimpi dan optimisme pada anak muda, karena saya ingin membuat mereka yakin tuk berani membuat mimpi dan optimis mewujudkannya. Bukan hanya berhenti pada membuat daftar mimpi saja.”. Pada bagian ini kita telah memasuki fase cara menemukan passion. Kita perlu mencoba membuat passion map yang berisi tentang daftar hal yang sering kita lakukan, lalu menyeleksi dengan beberapa kriteria, diantaranya; mana yang paling menghabiskan waktu? Mana yang sering membuat kita lupa waktu karena terlalu bahagia melakukannya? Mana yang membuat kita merasa mendapatkan outcome? Mana yang paling dibutuhkan banyak orang?. Pertanyaan-pertanyaan tersebut harus kita pikirkan saat kita ingin menemukan passion.

Passion tak dapat lepas dari misi dan komunikasi. Apa hubungannya? Akan saya bahas di tulisan selanjutnya. Sampai ketemu! ^^ 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

I'm Back!

Shock berat pas ngecek tanggal tulisan terakhir di blog. 19 Juli 2018. Udah hampir 2 tahun. Gimana saya bisa selama ini ninggalin blog? Salah satunya ya karena..., lupa bayar domain dan nggak tahu cara balikinnya. LOL~ Baiklah, ini konyol tapi ya sudah. Begitulah kenyataannya. 😴 Apa kabar kalian? Semoga baik, ya. Tetep betah di rumah karena sekarang masih bahaya corona. Ya ya, pasti kalian bosen denger nama penyakit itu. But , kita memang harus lawan. Lantas, bagaimana kabar saya? Hmmm, saya baik dan sudah setahun lebih menikah. Hehehe~ Yup, 10 Februari 2019 saya menikah dengan lelaki yang saya cintai, Ahmad Zaini Aziz. Apakah pernikahan selalu menyenangkan seperti yang saya bayangkan? Sejujurnya, saya sih nggak pernah membayangkan bahwa menikah itu akan selalu menyenangkan. Saya sangat paham bahwa menikah itu soal ibadah dan belajar yang akan bikin kita bahagia. Bukan sekadar senang. Bahagia itu, ya, ternyata bukan hanya soal kumpulan hal menyenangkan. Ketika...

Lega

Sebelum menikah bahkan tahu akan menikah dengan siapa, aku selalu berusaha memastikan bahwa setiap langkahku adalah untuk menyiapkan diri berdampingan dengan orang lain. Menjadi istri, menjadi ibu, menjadi bagian dari keluarga orang lain, bahkan menjadi perempuan yang ingin melepaskan pekerjaan untuk fokus kepada keluarga. Apakah semuanya tuntutan dan terpaksa? Tidak. Semua kulakukan karena aku mau. Tidak ada masalah, semua berjalan baik. Makin hari aku merasa makin siap. Setelah menikah dengan lelaki yang kupilih, dan kuyakin bahwa ia punya frekuensi yang sama di tengah banyaknya perbedaan, ternyata tidak semua bisa sesuai dengan persiapan tersebut. Dari banyak hal baru yang kulalui setelah menikah, aku tidak pernah menyangka bahwa yang paling berat tuk dijalani adalah menjadi bagian keluarga dari orang lain. Bukan soal hilangnya profesiku, bulan karena peranku jadi istri yang sepenuhnya di rumah. Ini cukup membuatku sesak, karena sebelumnya aku sangat percaya diri. Dari latar belakan...

We Have "Luar Binasa" Behind The "Luar Biasa"

K ita mungkin tidak asing dengan istilah ‘luar biasa’. Luar biasa adalah ungkapan ketika kita takjub melihat sesuatu, baik ciptaan Allah, maupun ciptaan manusia. Kata ‘luar biasa’ sering diplesetkan dengan ‘luar binasa’. Nah, mari kita belajar dari ‘luar binasa’. Tanpa kita sadari, istilah ‘luar binasa’ bisa kita jadikan sebagai suatu hal yang dapat membuat kita lebih semangat dalam menjalani segala macam tantangan hidup. Mengapa demikian? Kata binasa sendiri mempunyai arti hilang, mati atau gugur. Mungkin memang tidak ada kedekatan arti antara ‘biasa’ dan ‘binasa’ meskipun mereka mempunyai struktur kata yang mirip jika diucapkan. Orang mengucapkan kata ‘luar biasa’ saat takjub mungkin karena hal yang menakjubkan tersebut memang keluar dari hal yang biasa dilihat. Misalkan ketika melihat seorang perempuan yang cantik, para pria tidak jarang berkata, “cantiknya luar biasa”. Kita tentu masih begitu ingat dengan kehebatan para pelajar SMK yang berhasil membuat sebua...