Untuk tiap lembar yang tak asing dengan ucapan.
Tiap jarak yang akrab dengan kisah dalam lajuan.
Tercipta bukan lagi oleh waktu, namun desir tak berbau.
Takdir bukan tentang siapa yang maju dahulu, menangkap buih makna yang kadang tak kunjung temu.
Bahwa hentak yang kadang retak justru penguat yang menyeruak.
Ukir tinta ditemani bulir haru mengharap biru.
Napas dan degup tak lagi jadi saksi tentang siapa yang mau mengisi, tetapi mengerti bahwa ada jejak yang satu frekuensi.
Shock berat pas ngecek tanggal tulisan terakhir di blog. 19 Juli 2018. Udah hampir 2 tahun. Gimana saya bisa selama ini ninggalin blog? Salah satunya ya karena..., lupa bayar domain dan nggak tahu cara balikinnya. LOL~ Baiklah, ini konyol tapi ya sudah. Begitulah kenyataannya. 😴 Apa kabar kalian? Semoga baik, ya. Tetep betah di rumah karena sekarang masih bahaya corona. Ya ya, pasti kalian bosen denger nama penyakit itu. But , kita memang harus lawan. Lantas, bagaimana kabar saya? Hmmm, saya baik dan sudah setahun lebih menikah. Hehehe~ Yup, 10 Februari 2019 saya menikah dengan lelaki yang saya cintai, Ahmad Zaini Aziz. Apakah pernikahan selalu menyenangkan seperti yang saya bayangkan? Sejujurnya, saya sih nggak pernah membayangkan bahwa menikah itu akan selalu menyenangkan. Saya sangat paham bahwa menikah itu soal ibadah dan belajar yang akan bikin kita bahagia. Bukan sekadar senang. Bahagia itu, ya, ternyata bukan hanya soal kumpulan hal menyenangkan. Ketika...
Komentar
Posting Komentar