Kebiasaan adalah hal yang selalu membuat kita merasa ringan melakukan sesuatu. Hari demi hari, akan ada hal yang bagi orang berat, tetapi mudah kita lakukan karena kita telah terbiasa.
Suatu ketika, seorang guru mengatakan padaku bahwa kebiasaan itu bukan hanya lahir karena rutinitas, tetapi juga keberanian tuk melakukan hal yang tak selalu mudah. Melakukannya dengan disiplin dan menjadikannya bagian dari kebutuhan hidup.
Namun, entah kita sadar atau tidak. Sebab kebiasaan, kita justru tak jarang mengesampingkan kekuatan diri. Karena merasa telah terbiasa, kita lupa bahwa sejak awal ada hal berat dan sulit ketika memulainya. Kemudian ada seseorang yang hadir mendekap sambil berbisik, "Kenapa kamu bisa sekuat ini, Nak?", dan pertanyaan itu membuat hatimu terketuk. Matamu tiba-tiba membulat sejenak, lantas terpejam dan meneteskan airnya.
Detik itu juga, kamu baru sempat menya pa diri sendiri.
"Hei..., ternyata selama ini kamu kuat sekali, ya. Karena kita terbiasa, aku lantas lupa mengapresiasi dan menjaga kekuatanmu sendiri. Ternyata kita kufur nikmat."
Ya..., tanpa disadari, ternyata tak jarang kita lupa bersyukur karena merasa sudah biasa. Termasuk biasa sehat, biasa bernapa, dan biasa biasa lainnya. Kita lupa pula untuk menjaga dan mengapresiasi diri karena kekuatannya, karena kita terus menempa dan membiasakannya.
Terima kasih, ya, tubuh, jiwa, raga, dan nurani. Kerja keras yang buahkan kebiasaan ini adalah perjalanan yang belum usai. Lanjutkan dengan niat yang terus membaik. Biasakan tapi jangan lupa bersyukur karena masih dimampukan. Dan, jagalah batin yang pasti telah paham soal mengelola niat dan hentakkan tekad.
Maaf, ternyata aku sering lupa berterima kasih.
Komentar
Posting Komentar