Langsung ke konten utama

#JumuahBerfaedah - Wakaf Energi untuk Negeri


Di penghujung 2017, dengan membaca halaman ini mari kita merefleksi sejenak tentang peran anak bangsa yang mau 'bergandengan' untuk mengupayakan perbaikan.

Bila selama ini kita sudah terlalu sering menyadari bahwa ada banyak bidang yang masih harus terus diperbaiki, artinya kita juga perlu membangun kesadaran dan kemauan untuk turun tangan di berbagai bidang.


Cukupkanlah wakaf energi tuk berbondong-bondong meneriaki 1 hal yang kita anggap salah, bahkan mengalami kemunduran. Sebab, ada banyak sudut yang masih butuh tenaga, pikiran, dan kecintaan kita dalam aksi nyata.

Tak perlu lagi bandingkan keberhasilan orang di bidang-bidang tertentu, karena Indonesia terlalu luas untuk dikotak-kotakkan. Sudah terlalu sering kita memertanyakan tentang bidang mana yang harus lebih dulu diperbaiki? Mana yang harus jadi fokus utama anak bangsa? Dari beberapa anak muda di gambar ini, kita bisa melihat bahwa Indonesia tak boleh sekadar jadi medan kompetisi. Tak perlu lagi berambisi menjadi yang terbaik, tapi mari lakukan yang terbaik.

Ini baru lima bidang yang ternyata mampu berperan dalam membangun ekonomi bangsa. Bayangkan bila ada banyak sekali pemuda yang mau bergerak di bidang lainnya juga, atau bahkan mau ikut berperan di lima bidang yang ada di gambar ini. Peran bukan cuma soal urgensi, tetapi juga keseimbangan. Barangkali ada beberapa bidang yang terkesan tak primer, tapi ternyata punya peran yang tak kecil. Kita sebetulnya punya banyak pintu untuk menggerakkan, asal tak fokus pada gerak jempol dan lidah dalam beradu unggul dan kebenaran.

Bergerak, mari bergandengan, karena negeri menantikan kita tuk mewakafkan energi.

Sumber foto: Harian Bernas edisi 28 Desember 2017.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

I'm Back!

Shock berat pas ngecek tanggal tulisan terakhir di blog. 19 Juli 2018. Udah hampir 2 tahun. Gimana saya bisa selama ini ninggalin blog? Salah satunya ya karena..., lupa bayar domain dan nggak tahu cara balikinnya. LOL~ Baiklah, ini konyol tapi ya sudah. Begitulah kenyataannya. 😴 Apa kabar kalian? Semoga baik, ya. Tetep betah di rumah karena sekarang masih bahaya corona. Ya ya, pasti kalian bosen denger nama penyakit itu. But , kita memang harus lawan. Lantas, bagaimana kabar saya? Hmmm, saya baik dan sudah setahun lebih menikah. Hehehe~ Yup, 10 Februari 2019 saya menikah dengan lelaki yang saya cintai, Ahmad Zaini Aziz. Apakah pernikahan selalu menyenangkan seperti yang saya bayangkan? Sejujurnya, saya sih nggak pernah membayangkan bahwa menikah itu akan selalu menyenangkan. Saya sangat paham bahwa menikah itu soal ibadah dan belajar yang akan bikin kita bahagia. Bukan sekadar senang. Bahagia itu, ya, ternyata bukan hanya soal kumpulan hal menyenangkan. Ketika...

Lega

Sebelum menikah bahkan tahu akan menikah dengan siapa, aku selalu berusaha memastikan bahwa setiap langkahku adalah untuk menyiapkan diri berdampingan dengan orang lain. Menjadi istri, menjadi ibu, menjadi bagian dari keluarga orang lain, bahkan menjadi perempuan yang ingin melepaskan pekerjaan untuk fokus kepada keluarga. Apakah semuanya tuntutan dan terpaksa? Tidak. Semua kulakukan karena aku mau. Tidak ada masalah, semua berjalan baik. Makin hari aku merasa makin siap. Setelah menikah dengan lelaki yang kupilih, dan kuyakin bahwa ia punya frekuensi yang sama di tengah banyaknya perbedaan, ternyata tidak semua bisa sesuai dengan persiapan tersebut. Dari banyak hal baru yang kulalui setelah menikah, aku tidak pernah menyangka bahwa yang paling berat tuk dijalani adalah menjadi bagian keluarga dari orang lain. Bukan soal hilangnya profesiku, bulan karena peranku jadi istri yang sepenuhnya di rumah. Ini cukup membuatku sesak, karena sebelumnya aku sangat percaya diri. Dari latar belakan...

We Have "Luar Binasa" Behind The "Luar Biasa"

K ita mungkin tidak asing dengan istilah ‘luar biasa’. Luar biasa adalah ungkapan ketika kita takjub melihat sesuatu, baik ciptaan Allah, maupun ciptaan manusia. Kata ‘luar biasa’ sering diplesetkan dengan ‘luar binasa’. Nah, mari kita belajar dari ‘luar binasa’. Tanpa kita sadari, istilah ‘luar binasa’ bisa kita jadikan sebagai suatu hal yang dapat membuat kita lebih semangat dalam menjalani segala macam tantangan hidup. Mengapa demikian? Kata binasa sendiri mempunyai arti hilang, mati atau gugur. Mungkin memang tidak ada kedekatan arti antara ‘biasa’ dan ‘binasa’ meskipun mereka mempunyai struktur kata yang mirip jika diucapkan. Orang mengucapkan kata ‘luar biasa’ saat takjub mungkin karena hal yang menakjubkan tersebut memang keluar dari hal yang biasa dilihat. Misalkan ketika melihat seorang perempuan yang cantik, para pria tidak jarang berkata, “cantiknya luar biasa”. Kita tentu masih begitu ingat dengan kehebatan para pelajar SMK yang berhasil membuat sebua...